BERPEGANG TEGUH MENJALANKAN PERINTAH WALIYUL AMR

? Disebutkan di dalam “Wafiyatul A’yan

❇️ Waliyul amr mengirim seorang utusan kepada Imam Abu Hanifah dan melarang beliau untuk berfatwa.

? Maka suatu hari di rumahnya, sementara yang ada di sisi beliau adalah isterinya, puteranya Hammad, dan anak perempuannya, sang anak perempuan berkata kepadanya:

? “Saya sedang berpuasa, namun keluar darah dari gigiku. Lalu saya meludahkannya hingga air liur itu kembali putih, tidak lagi tampak warna darah padanya. Maka apakah saya berbuka bila sekarang saya menelan ludah tersebut❓

⤵️ Beliau menjawab: “Bertanyalah kepada saudaramu Hammad;

? karena sesungguhnya sang amir telah melarangku untuk berfatwa.”

✅ Ibnu Khalqan berkata -mengomentari- :

? Kisah ini terbilang di dalam manaqib Abu Hanifah dan kebagusan beliau dalam berpegang teguh menjalankan perintah waliyul amr.

?? Karena menaatinya merupakan ketaatan, sampai beliau menaatinya pada perkara yang tersembunyi.

〽️ Dan beliau tidak memberikan jawaban terhadap pertanyaan puterinya. Ini merupakan puncak kesungguhan dalam menjalankan perintah tersebut.”

? Wafiyatul A’yan (4/180)

? Sumber: https://telegram.me/fawaz_almadkali

? Channel Telegram
https://telegram.me/ashshorowaky

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.