Hak-hak Suami Atas Istrinya (1)

 

salaf6HAK-HAK SUAMI ATAS ISTRINYA

Asy-Syaikh as-Sa’di berkata: “Wajib bagi istri untuk menaati suaminya ketika diajak ke ranjang.”

Asy-Syaikh Abdurrahman al-‘Adeny menjelaskan:

Penulis kitab ini menyebutkan hak2 suami atas istrinya. Di antara hak suami atas istrinya adalah:

1. Ditaati ketika mengajaknya jima’. 

Sudah dimaklumi bahwa jima’ termasuk tujuan terbesar dalam pernikahan.
Seorang laki2 menikahi wanita karena ingin menjaga kehormatannya, dan bersenang-senang dengan sesuatu yang dihalalkan oleh Allah Ta’ala.

Oleh karena itu, tidak boleh bagi istri untuk menolak ajakan suaminya. Bahkan penolakan istri terhadap ajakan suaminya merupakan dosa besar, apabila si istri tidak memiliki uzur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila suami mengajak istrinya ke ranjang, namun dia menolak untuk datang, para malaikat melaknatnya sampai pagi.”

Adanya laknat tersebut menunjukkan bahwa perbuatan itu termasuk dosa besar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiga golongan yang shalat mereka tidak sampai melampaui telinga mereka (yakni tidak diberi pahala), di antara mereka adalah seorang istri yang melalui malamnya, sementara suaminya dalam keadaan murka kepadanya.”

Maka, tidak boleh bagi istri untuk menolak ajakan suaminya ke ranjang, karena hal itu termasuk hak suami atas istrinya.
Kecuali, apabila istri memiliki uzur seperti sakit yang parah, haid, nifas, atau diminta oleh suaminya tapi di tempat yang tidak diperbolehkan seperti di dubur, karena perbuatan ini dilaknat dan termasuk luthiyyah shughra.
(Kalau dilakukan sesama lelaki dinamakan luthiyyah kubra)
Wallahu a’lam bish shawab.

Bersambung, insya Allah Ta’ala.

Fawaid dari dars Manhajus Salikin bab: ‘Isyratin Nisa oleh asy-Syaikh Abdurrahman al-‘Adeny hafizhahullah Ta’ala di Markiz Daril Hadits al-Fiyush.

Faidah dari Al Ustadz Abu Umar Ibrohim Hafizhahulloh Fiyuz Yaman

Sumber: Forum Whatsapp Salafy Indonesia