Kenali Penyakit hati Bernama Kibr dan Waspadalah dari-Nya

AKHLAK

salaf24Ditulis oleh: Al Ustadz Idral Harits Hafizhahullah

Bismillah. Allah Ta’ala mempunyai dua ‘arsy. Yang pertama tempat bersemayam ZatNya Yang Maha Suci, Maha Besar, lagi Maha Mulia. Adapun ‘arsy yang kedua adalah tempat bersemayam Matsalul A’la, yaitu Sifat2Nya Yang Maha Sempurna dari semua sisi, tidak ada kekurangannya sedikit pun.. arsy yang kedua ini adalah hati-hati para hambaNya yg bertakwa. Hati itu diumpamakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bagai sehelai bulu yang tergeletak di atas sebidang tanah, lalu ditiup angin, maka bulu itu jungkir balik, berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya..sebagaimana dalam hadits Abu Musa al Asy’ari:

إن هذا القلب كريشة بفلاة من الأرض، يقيمها الريح ظهرا لباطن..

Sesungguhnya,hati ini seperti sehelai bulu burung di sebidang tanah,dijungkirbalikkan oleh tiupan angin..(di shahihkan syaikh al Albani) Itulah kenyataan hati kita, sangat ringan, sedikit tiupan angin, sudah membuat bulu itu berubah keadaannya, yang tadi di atas menjadi di bawah..

Allah Ta’ala berfirman (al anfaal 24):

واعلموا أن الله يحول بين المرء و قلبه..

Dan ketahuilah oleh kamu bahwa sesungguhnya Allah menghalangi antara seseorang dan hatinya..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan bahwa hati manusia sangat cepat terbaliknya dari pada periuk yang sedang mendidih. Beliau juga mengabarkan dan beritanya pasti benar, bahwa hati adalah sasaran fitnah. Sebagaimana dalam hadits Hudzaifah ibnul Yaman.

Fitnah yang menimpa hati akan menyebabkan hati itu sakit,lalu mati. Wal’iyadzubillah.
Sakitnya hati sangat sulit ditangani..

Salah satu penyakit hati yang sangat berbahaya ialah kibr atau takabur.

Allah Ta’ala berfirman (al A’raaf 146):

سأصرف عن آياتي الذين يتكبرون في الأرض..

Aku akan memalingkan orang2 yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda2 kekuasaanKu.

Dia juga Allah berfirman (an nahl 23).

Demikianlah keadaan kibr.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قال الله تعالى : الكبرياء ردائي والعظمة إزاري. فمن نازعني واحدا منهما ألقيته في جهنم ولا أبالي (خم).

Allah Ta’ala berfirman, “Kesombongan adalah mantelKu, kebesaran/keagungan adalah sarungKu, maka siapa yang melepaskan salah satu dari keduanya, Aku lemparkan dia ke jahannam dan Aku tidak peduli..(Al Bukhari dan Muslim).

Beliàu juga bersabda:

لا يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر..
الكبر بطر الحق و غمط الناس..

Tidak masuk surga orang yang di hatinya ada kibr walau seberat biji dzarrah.

Kibr itu artinya menolak kebenaran dan meremehkn manusia..

Ayat2 dan hadits ini menegaskan betapa besarnya dosa kibr atau takabur ini.

Ibnul Qayyim Rahimahulloh memasukkannya sebagai salah satu rukun kekafiran.

Rukun kekafiran itu ada empat,yaitu kibr, hasad (dengki), ghadhab (amarah), dan syahwat..

Kibr akan menghalangi seseorang tunduk dan menerima al haq, hasad merintanginya menerima dan memberi nasehat, ghadhab akan menghalanginya dari sifat adil, dan syahwat akan mencegahnya meluangkan waktu untuk ibadah.

Apabila keempat hal ini tumbuh subur di hati, bagaimanapun pemilknya bersungguh-sungguh dlm beramal, keempatnya tentu merusak amalan itu. semua kekeliruan lahir dari mereka. Akhirnya, jika hati dipenuhi oleh empat hal ini dan kuat tertanam, niscaya mereka akan menampakkan yang haq itu sebagai kebatilan,yang batil sebagai sebuah kebenaran, yang ma’ruf itu mungkar, yang mungkar adalah ma’ruf, sunnah dianggap bid’ah, bid’ah di lihatnya sebagai sunnah. Dunia akan mendekatinya, tetapi akhirat menjauhinya, innaalillahi wa innaa ilaihi raaji’uun..wa nasalullahassalamah wal’afiyah.

Munculnya keempat hal ini adalah dari ketidaktahuan seseorang tentang dirinya sendiri dan tidak pula dia mengenal Rabbnya.. Allahul Musta’an. Andaikata dia mengenal hakikat dirinya yg serba kurang, asalnya adalah zhalum dan jahul, serta memahami kesempurnaan Allah yang telah menciptakannya, tentu dia tidak akan menyombongkan diri, dengan menolak al haq, meremhkan orang lain.

Karena itulah syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Kibr itu lebih buruk dari pada syirik, karena orang yang mutakabbir, dia merasa besar/hebat atau mulia untuk beribadah (taat) kepada Allah Ta’ala, sedangkan orang musyrik itu beribadah kepada Allah, tapi juga kepd yang lain.” (Al madarij 2/332).

Sebab itu pula Allah menjadikan neraka sebagai tempat orang2 yang merasa besar (takabbur).

Ibnul Jauzi menerangkan bahwa di antara sebab kekibran ialah ujub.Apa yang dibanggakan oleh seseorang?
Semua yang ada padanya adalah murni karunia Allah? Sebagaimana firmanNya (an nahl 53).
Apa yang menyebabkannya ujub?

Ibadah yang dikerjakannya,ilmu yang diajarkannya adalah murni datang dari Allah Ta’ala?
Bukankah manusia keluar dari rahim ibunya tidak membawa apa2? Siapa yang memberinya perangkat untuk memperoleh ilmu,  ibadah, dan iman?

Allah ‘Azza wa Jalla.
Subhanallahi, makhluk yang terakhir dicipta, dari setetes air hina, baru belajar seribu kitab dari seribu guru, ingin membanggakan dirinya telah berbuat sebuah karya gemilang dalam dakwah?

Kibr ada beberapa macam..

✏A. Kibr dari taat kepada Allah Ta’ala (enggan untuk menaatiNya)

✏B. Kibr dari mutaba’atir Rasul shallallahu ‘alihi wa sallam, yakni enggan atau merasa hebat dan mulia untuk mengikuti sunnah beliau..

✏C. Kibr terhadap sesama hamba Allah, merasa diri lebih dari mereka (maqashidurri’ayah ibn abdissalam).

Seperti telah diuraikan, bhw kibr artinya batharul haq.. maksudnya ialah sebagaimana diterangkan oleh ibnul atsir, yaitu menjadikan apa yang telah ditetapkan Allah, seperti tauhid dan ibadah hanya kepadaNya sebagai sesuatu yang batil.

Apa itu Takabbur??

Takabbur dari kibr, artinya ialah menampakkan rasa bangganya terhadap diri sendiri dalam bentuk meremehkan orang lain.. merasa tinggi untuk menerima al haq dari mereka.

اللهم نق قلوبنا من الخطاي كما نقيت الثوب الأبيض من الدنس

Allahumma bersihkanlah hati kami dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan kain putih dari kotoran

اللهم ارزقنا قلبا سالما

Allahumma,berilah kami rezeki berupa hati yang bersih..

والحمد لله رب العالمين.

Tidak ada obat paling manjur untuk menghilangkan kibr ini, kecuali dengan menyadari kesempurnaan itu hanya milik Allah, sedangkan dirinya adalah makhluk yang serba kurang dan bergantung kepada yang lain ..
Kibr bisa juga disebakan oleh ketertipuan,mengira dirinya lebih dari orang lain, ini saja sudah menunjukkan kekurangan akalnya.
Apabila kibr itu muncul karena ilmu, pemiliknya menjadi anutan yang buruk,khususnya jika kibr ini mendorongnya kepada hasad dan hiqd (dendam), atau melakukan kezaliman dengan lisan dan tangannya. Orang alim yang sombong, akan dijauhi umat. Tidak ada yang memetik manfaat dari ilmunya kecuali yang sesuai dengannya di atas hawa nafsunya,sehingga tidak akan berani membantahnya jika dia salah dan tidak mengarahkan kepadanya yang haq. Adapun ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menyucikan hati dan jiwa dari sifat2 yang buruk, mengenalkan seseorang jati dirinya, tujuan hidupnya dan siapa Rabbnya. Itulah ilmu yang menumbuhkan khasyyah kepada Allah.

Ingatlah pula bahwa kibr yang paling berat ialah orang yang takabur terhadap orang lain karena ilmunya,merasa dirinya hebat dengan kautamaan atau kedudukannya,yang berarti ilmunya tidak bermanfaat untuk dirinya,apalagi untuk orang lain?

Seorang thalibul ilmi yang jujur dan lurus,tidak akan mentazkiyah dirinya sendiri,baik secara terang2an maupun dengan halus atau sindiran. Alangkah sulit mengobati penyakit hati yang satu ini,tapi semua itu mudah bagi mereka yang diberi taufik oleh Allah.Dan kita prnah menukilkan ada enam sebab seseorang terhalang dari taufik.

Wallahul Muwaffiq..

Sumber: Forum WhatsApp Salafy Indonesia