MENASEHATI SEORANG SALAFY YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM BEBERAPA PERBUATAN MAKSIAT ATAU YANG BERMAJELIS DENGAN ORANG YANG TIDAK PANTAS

MENASEHATI SEORANG SALAFY YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM BEBERAPA PERBUATAN MAKSIAT ATAU YANG BERMAJELIS DENGAN ORANG YANG TIDAK PANTAS

Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah Al Jabiri -Hafizhahullah

Tanya: Semoga Allah memberkahimu Wahai Syaikh, ada soal kesebelas, isinya: Bagaimana cara menasehati saudaraku yang salafy, apabila aku melihat ia bermudah-mudahan dalam bergaul dan berbaur bersama orang yang tidak layak (bergaul dengannya), atau aku melihat ia bermudah-mudahan dalam melakukan beberapa maksiat? Semoga Allah membalas anda dengan kebaikan.

Jawab:  Memberikan nasehat tentu harus dengan cara yang terbaik, cukup antara kamu dan dia dan gunakanlah kata-kata yang lembut serta penuh rasa belas kasih selama ia adalah seorang yang berpegang dengan sunnah.

Hanya saja ia sedang diuji. Saat ini ia sedang terpuruk maka selamatkanlah.

Namun jika yang ia inginkan adalah bersama mereka dan bergabung, maka berlepas dirilah, dan dalam kondisi ini ia sangat dikhawatirkan.

Dan jika ia menyebarkan apa yang ada pada mereka, ia termasuk bagian dari mereka.

Tidak ada keutamaan dan kemuliaan padanya sedikitpun. Na’am.

Sumber: http://ar.miraath.net/fatwah/10508

••••••• ?? ◈?? •••••••

كيف ننصح السلفي الذي يتساهل في بعض المعاصي أو في مجالسة من لا يستحق المجالسة؟

 الشيخ: عبيد بن عبد الله الجابري

 السؤال:

بارك الله فيكم شيخنا، السؤال الحادي عشر يقول:
كيف أنصح أخي السلفي إذا رأيت منه تساهلًا في مخالطة من لا يستحق المجالسة، أو إذا رأيت منه تساهلًا في بعض المعاصي؟ وجزاكم الله خيرا.

 الجواب:

النصيحة بالتي هي أحسن، وسرًّا بينك وبينه، ومع لين الخطاب، والتحَبُّب إليه مادامَ هو صاحب سُنَّة، لكنه مُبتلى، فهو الآن في وَحِل فانتشلهُ، فإن أبَى إلا مخالطه هؤلاء والاندماج معهم، فارفع يدك عنه، وهذا يُخشى منه، لكن إن أصبح يُرَوِّج ما عند القوم فهو يُلحق بهم ولا كرامه عين. نعم.

Leave a Reply