PENGHALANG-PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU – bagian 1

PENGHALANG-PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU – 1

العائق الأول: طلب العلم لغير وجه الله تعالى

Penghalang Pertama : Menuntut ilmu selain mengharapkan wajah Allah ta’ala

Dari Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu: Aku mendengar nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

من جعل الهمو م هما واحدا,هم آخرته, كفاه الله هم دنياه, ومن تشعبت به الهموم في أحوال الدنيا, لم يبال الله في أي أوديتها هلك.

Barangsiapa yg menjadikan niatnya satu keinginan saja yaitu keinginan untuk akhirat, maka Allah akan mencukupkan keinginan dunianya, dan barangsiapa yang menjadikan keinginannya bercabang-cabang pada urusan dunia, maka Allah tidak akan memperdulikan di lembah mana dia akan binasa”.  HR.Ibnu Majah dengan sanad yang shahih

Berkata ibnul Mubaarok rahimahullah:

أول العلم النية, ثم: الا ستماع, ثم: الفهم, ثم: الحفظ, ثم: العمل, ثم: النشر.

“Awal dari ilmu adalah niat, kemudian mendengar, kemudian memahami, kemudian menghapalkan, kemudian mengamalkan, kemudian menyebarkannya”

 عوائق الطلب, تأليف : عبد السلام بن برجس بن ناصرآل عبد الكريم

 

Penghalang kedua : Meninggalkan Amalan

Dari Abu Barzah Al Aslamy : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاتزول قدما عبد يوم القيامة حتي يسأل عن عمره فيما أفناه, وعن علمه فيما فعل به, وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه, وعن جسمه فيما أبلاه.

“Tidak akan beranjak kedua telapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat hingga dia ditanya mengenai umurnya untuk apa ia habiskan? Dan tentang ilmunya apakah ia amalkan? Dan tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan? Dan tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan?” (HR Tirmidzi, hadits hasan shahih)

Berkata Abdullah ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu:

إني لأحسب العبد ينسي العلم كان يعلمه بالخطيئة يعملها.

“Sungguh saya menyangka bahwa seorang hamba lupa terhadap ilmu yang dulu telah dia ketahui/dipahaminya disebabkan dosa yang dia kerjakan.

Berkata Ibnul Jauzi rahimahullah:

والمسكين كل المسكين من ضاع عمره في علم لم يعمل به, ففاته لذات الدنيا, وخيرات الآخرة, فقدم مفلسا مع قوة الحجة عليه.

“Dan orang-orang termiskin yang paling kasihan dari seluruh orang-orang miskin adalah barangsiapa yang hilang umurnya dalam hal ilmunya yang tidak diamalkannya, maka terluput darinya kenikmatan dunia (karena berbagai keletihan/pengorbanan dalam menuntut ilmu), dan (terluput juga padanya) kebaikan akhirat (akibat tidak mengamalkan ilmunya), maka dia akan datang dalam keadaan bangkrut bersamaan dengan kuatnya hujjah yang akan menuntutnya (kelak di akhirat

***

 عوائق الطلب, تأليف : عبد السلام بن برجس بن ناصرآل عبد الكريم

Sumber: WA Fawaid Salafy Wawondula

Leave a Reply