PENGHALANG-PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU – bagian 3

AQIDAH

Penghalang kelima : “TIDAK BERTAHAP DALAM MENUNTUT ILMU”

Berkata Imam Abdussalam bin Barjas rahimahullah:

لا ترى أحداً من العلماء ينازع في مبدأ (( التدرج )) لأنه الوسيلة الناجحة لأخذ العلم وفهمه. وهذا مأخوذ من كتاب الله تعالى ،

“Engkau tidak akan melihat seorangpun di kalangan para ulama yang menyelisihi asas (dalam menuntut ilmu) yaitu ((TAHAPAN)) karena bertahap dalam menuntut ilmu merupakan jalan keselamatan dalam memperoleh dan memahami ilmu. Dan hal ini diambil dari kitab Allah (Al-Qur’an).”

Allah ta’ala berfirman:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا.

Dan Al Quran itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian” (QS. Al Isra : 106)

Dan Allah ta’ala berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلاً.

Berkatalah orang-orang yang kafir: “Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?”; demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacanya secara tartil (teratur dan benar)”. QS. Al Furqan : 32

 قال أبو عمر ابن عبد البر – رحمه الله تعالي –   طلب العلم درجات ومناقل ورتب لا ينبغي تعديها ، ومن تعداها جملة فقد تعدى سبيل السلف – رحمهم الله – ومن تعدى سبيلهم عامداً ضل ، ومن تعداها مجتهداً زلّ .

Berkata Imam Abu ‘Umar Ibnu ‘Abdil Barr rahimahullah: “Menuntut ilmu memiliki tingkatan dan tahapan yang tidak sepantasnya dilanggar.

Barangsiapa yang melanggarnya secara keseluruhan, maka sungguh ia telah melanggar jalan para Salaf rahimahumullaah, dan barangsiapa yang melanggar jalan mereka dengan sengaja, maka ia telah tersesat, dan barangsiapa yang melanggarnya karena ijtihadnya, maka ia telah tergelincir.”

فأول العلم حفظ كتاب الله جل و عز وتفهمه ، وكل ما يعين على فهمه ، فواجب طلبه . ولا أقول : إن حفظه كله فرض ، ولكن أقول إن ذلك واجب لازم من أحب أن يكون عالماً، ليس من باب الفرض .

Maka awal dari ilmu adalah menghapal kitabullah (Al-Qur`an) dan memahaminya. Dan setiap ilmu yang membantu dalam memahami Al-Qur`an, maka wajib untuk mempelajarinya. Dan saya tidak berkata: “Sesungguhnya menghafalnya secara keseluruhan adalah suatu kewajiban”.

Akan tetapi saya mengatakan:”Sesungguhnya hal itu suatu keharusan yang sudah lazim bagi seseorang yang ingin menjadi ‘Aalim (Ulama), dan hal ini tidak termasuk masalah fardhu.”

فمن حفظه قبل بلوغه ثم فرغ إلى ما يستعين به على فهمه من لسان العرب ، كان له ذلك عوناً كبيراً على مراده منه ، ومن سنن رسول الله  صلى الله عليه وسلم . ثم ينظر في ناسخ القرآن ومنسوخه وأحكامه ويقف على اختلاف العلماء واتفاقهم في ذلك وهو أمر قريب على من قربه الله عليه . ثم ينظر في السنن المأثورة الثابتة عن رسول الله ص فبها يصل الطالب إلى مراد الله جل وعز في كتابه ، وهى تفتح له أحكام القرآن فتحاً . وفي سير رسول الله صلى الله عليه و سلم تنبيه على كثير من الناسخ والمنسوخ في السنن . ومن طلب السنن فليكن معوله على حديث الأئمة الثقات الحفاظ …

Maka siapa yang menghapalnya sebelum baligh, kemudian meluangkan waktunya untuk mempelajari hal-hal yang bisa membantunya dalam memahaminya berupa bahasa arab, maka hal tersebut merupakan penolong terbesar untuk mencapai tujuan (memahami Al-Qur`an) dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam.

Kemudian melihat nasikh mansukh Al-Qur`an dan hukum-hukumnya dan mengetahui ikhtilaf para ulama dan kesepakatan mereka dan hal tersebut adalah perkara yang mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah atasnya.

Kemudian melihat kepada sunnah-sunnah yang masyhur dan tsabit/tetap dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sehingga dengannya seorang penuntut ilmu dapat sampai kepada apa yang Allah taala maksudkan dalam Al-Qur`an.

Dan hal tersebut (Sunnah-sunnah) membukakan hukum-hukum Al-Qur`an baginya…

Dan dalam siroh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang merupakan pelajaran baginya dalam hal nasikh mansukhnya sunnah-sunnah.

Dan barangsiapa yang mencari sunnah-sunnah Nabi, maka hendaknya dia prioritaskan pada hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para imam yang tsiqah dan banyak hafalannya.”

فعليك يا أخي بحفظ الأصول ، والعناية بها .

Maka Wahai Saudaraku … Engkau harus menghapal ushul dan perhatian dengannya

***

 عوائق الطلب, تأليف : عبد السلام بن برجس بن ناصر آل عبد الكريم رحمه الله

Sumber: WA Fawaid Salafy Wawondula

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.