Semangat Thalabul Ilmi

salaf42Semangat Thalabul Ilmi

Salam kangen dalam semangat Thalabul Ilmi . . .

Kef haaluk? Smoga selalu dalam rahmat dan berkah dari Nya.

Ana ingin berbagi cerita dengan Antum. Mungkin hanya sebatas kata-kata saja.Namun, bagi Ana sendiri, kata-kata justru senjata yang sangat hebat. Di dalam sejarah anak manusia, kata-kata bisa menjadi sebab perubahan besar pada diri seseorang.Bahkan mampu merubah arah dunia.

Kata-kata yang tersusun indah nyatanya lebih hebat untuk memotivasi hidup. Seseorang terkadang terpuruk dalam kebimbangan, terkungkung dalam penjara pesimisme atau terbelenggu oleh rantai rasa putus harapan. Namun, semua itu bisa berubah dengan kata-kata. Sebaliknya, kita bisa menangis, bersedih, berkecil hati, kecewa bahkan putus asa hanya karena kata-kata. Semoga Antum sepakat. He..he..he

Di dalam sebuah pelajaran Syaikh Ahmad bin Tsabit Al Wushabi, beliau menceritakan sepotong kisah tentang Syaikh Khalid Azhari.

Syaikh Khalid terhitung sebagai ulama nahwu terkemuka yang tersohor. Beliau wafat pada tahun 905 H (sudah lebih dari 500 tahun yang lalu,ya?). Beliau sehari-hari bertugas sebagai Waqqad (juru kasar untuk menyalakan dan mematikan lampu minyak) di Universitas Azhar, Mesir. Hanya pekerja kecil yang tidak begitu terpandang.
Antum bisa bayangkan! 500 tahun yang lalu. Terangnya ruang hanya bisa diharapkan dari lampu minyak.
Nah, suatu saat, ketika beliau sedang menjalankan tugas, tanpa disengaja sumbu lampu minyak yang sedang dipasang jatuh dan mengenai buku seorang pelajar di sana. Marahlah si pelajar tersebut. Lah wong bukunya jadi basah oleh minyak.

“Dasar orang bodoh!!!”, teriak pelajar itu marah-marah.

Rupanya, kata-kata itu menyengat hati Khalid Azhari. Sejak hari itu, Khalid Azhari berhenti dan meninggalkan profesinya dan bertekad untuk Thalabul Ilmi.

Subhaanallah! Berhasil dan sukses. Sekian banyak karya nahwu telah dihasilkan oleh Syaikh Khalid Azhari. Bagi para peminat dan pecinta ilmu nahwu tentu tidak asing dengan nama beliau.

Nah, yang lebih hebat dan menakjubkan lagi . Saat peristiwa itu terjadi, Khalid Azhari telah berusia 36 (tiga puluh enam) tahun.

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk Thalabul Ilmi. Ilmu tidak mengenal umur! Salam hangat, salam Thalabul Ilmi.

.

_sohib antum di yemen_mukhtar “iben” rifai (Helga La Firlaz)

_19 Maret 2013_

Sumber: ibnutaimiyah.org