PENSIFATAN UMAT SEBAGAI UMAT YANG UMMI

PENSIFATAN UMAT SEBAGAI UMAT YANG UMMI

✔️ Pertanyaan: Sering kali kami membaca di berbagai surat kabar dan iklan yang ada di jalan-jalan mencela ummiyah (kebodohan/tidak bisa baca tulis) dan menghitungnya di antara sebab ketertinggalan, padahal Allah ta’ala mensifati umat ini sebagai umat yang ummi. Allah berfirman:

{هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ}

“Dia-lah yang telah mengutus seorang rasul kepada umat yang ummi dari kalangan mereka sendiri.”

Saya mohon anda menjelaskan tentangnya? Muhammad, ع – dari Riyadh.

Jawaban:
Dahulu umat Muhammad shallallahu ‘alaihi was salam dari bangsa Arab dan ‘Ajam tidaklah membaca dan tidak pula menulis.

Oleh karena itu mereka disebut ummi. Ketika itu yang bisa membaca dan menulis di antara mereka sangatlah sedikit bila dibandingkan orang-orang selain mereka.

Adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was salam tidaklah bisa membaca tulisan dan tidak pula menulis sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:

{وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ}

Dan engkau (wahai Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum al-Qur’an dan tidak pernah menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. JIka keadaannya demikian (engkau pernah membaca dan menulis) niscaya akan ragu orang-orang yang mengingkarinya.” (al-‘Ankabut: 48)

Dan itu di antara dalil akan kebenaran risalah dan kenabian beliau shallallahu ‘alaihi was salam, karena beliau datang ke tengah umat manusia dengan membawa sebuah kitab yang agung yang dengan itu beliau menjadikan bangsa Arab dan ‘ajam lemah tak kuasa. Allah mewahyukannya kepada beliau dan dibawa turun oleh ruh yang terpercaya Jibril ‘alaihis salam.

Dan Allah mewahyukan kepada beliau sunnah yang suci dan berbagai ilmu yang banyak dari ilmu-ilmu generasi awal.

❇️ Allah subhanahu wa ta’ala mengabarkan kepada beliau banyak hal, baik yang sudah terjadi di zaman lampau, yang akan terjadi di akhir zaman, maupun yang akan terjadi di hari Kiamat, Sebagaimana Allah mengabarkan kepada beliau tentang berbagai keadaan Jannah dan Neraka, beserta penghuninya

● Dan itu semua di antara perkara yang dengan itu Allah mengutamakan beliau di atas selainnya dan dengan itu beliau membimbing manusia ke tempat yang tinggi bersamaan dengan sifat ummi yang ada pada beliau.

Karena hal itu diantara dalil yang paling benderang atas kenabian dan kerasulan beliau. Oleh karena itu Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ}

? Dan engkau (wahai Muhammad) tidak pernah membaca suatu kitab sebelum al-Qur’an dan tidak pernah menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. JIka keadaannya demikian (engkau pernah membaca dan menulis) niscaya akan ragu orang-orang yang mengingkarinya.” (al-‘Ankabut: 48)

? Adapun pensifatan umat tersebut sebagai umat yang ummi, bukan berarti dorongan kepada mereka untuk tetap berada di atas sifat ummi tersebut. Tetapi yang dimaksudkan dengan pensifatan tersebut hanyalah sebagai pengabaran tentang realita nyata dan keadaan umat itu tatkala Allah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi was salam ke tengah-tengah mereka.

? Sungguh al-Kitab dan Sunnah telah menunjukkan dorongan untuk belajar dan menulis serta keluar dari sifat ummiyah (tidak bisa baca tulis). Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ}

“Katakanlah (wahai Muhammad) apakah sama orang-orang yang mengetahui dan yang tidak mengetahui.”

★ Dan Allah berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ}

? “Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepada kalian “Berilah kelapangan di dalam majelis,” maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan kepada kalian. Dan apabila dikatakan kepada kalian “Berdirilah” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat.”

☆ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ}

“Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepadanya hanyalah para ‘ulama.”

■ Dan Nabi shallallahu ‘alaihi was salam bersabda:

«من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة

“Barang siapa menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, niscaya Allah akan mudahkan baginya jalan menuju al-Jannah.” Diriwayatkan oleh al-Imam Muslim di dalam “Shahih”nya.
Beliau shallallahu ‘alaihi was salam juga bersabda:

«من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barang siapa yang Allah inginkan kebaikan baginya, niscaya Allah akan pahamkan dia tentang perkara agamanya.”

◆ Disepakati keshahihannya.
Ayat dan hadits yang semakna dengan ini begitu banyak.

Wabillahi taufik.

Sumber: Majmu’ Fatawa Ibn Baz (7/139-140) syamilah

※※※※※
WA Salafy Sorowako

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.